19 September 2012

Bagaimana hujan es bisa terjadi di Motoling Sulawesi Utara


Baru-baru ini di desa Motoling Sulawesi Utara terjadi fenomena hujan es. Fenomena yang jarang terjadi ini membuat heboh masyarakat sulawesi utara karena memang sangat aneh untuk daerah yang terletak di katulistiwa bisa terjadi hujan es. Walaupun ilmu pengetahuan menjelaskan bahwa semua daerah di bumi ini bisa terjadi hujan es. Salah satu penyebabnya adalah karena terjadi perubahan iklim yang drastis dan penurunan suhu yang ekstrim secara tiba-tiba.

Dikutip dari Wikipedia, Hujan es, dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat dingin di atmosfer pada lapisan di atas freezing level. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar. Karena ukurannya, walaupun telah turun ke aras yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya mencair. Hujan es tidak hanya terjadi di negara sub-tropis, tapi bisa juga terjadi di daerah ekuator.
Proses lain yang dapat menyebabkan hujan adalah riming, dimana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terjadilah es dengan ukuran yang besar.
Hujan es disertai puting beliung berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (CB) dekat dengan permukaan bumi, dapat juga berasal dari multi sel awan , dan pertumbuhannya secara vertical dengan luasan area horizontalnya sekitar 3 – 5 km dan kejadiannya singkat berkisar antara 3 - 5 menit atau bisa juga 10 menit tapi jarang, jadi wajar kalau peristiwa ini hanya bersifat local dan tidak merata, jenis awan berlapis lapis ini menjulang kearah vertical sampai dengan ketinggian 30.000 feet lebih, Jenis awan berlapis-lapis ini biasa berbentuk bunga kol dan disebut Awan Cumulo Nimbus (CB).

Musim yang memasuki peralihan membuat iklim cuaca memiliki suhu yang labil, bahkan disaat terjadinya fenomena hujan es di desa motoling di hari yang sama terjadi gempa bumi dan letusan gunung. Dalam ilmu pengetahuan dan juga kepercayaan beberapa masyarakat "dulu" hal ini adalah lumrah pada masa peralihan musim yang disebut dengan istilah "pancaroba". Di kota Bandung malah oleh BMKG sudah meramalkan hujan es akan terjadi.

Hujan es di indonesia bukan hanya baru sekarang terjadi, sebelumnya sudah pernah terjadi beberapa kali. Salah satunya hujan es di Gunung Kidul sehingga masyarakat sekitar mengkaitkan dengan kepercayaan mistis. Hujan es memang tidak semerta-merta terjadi di indonesia yang terletak di daerah katulistiwa. Hujan es di Motoling bisa saja terjadi karena penurunan suhu yang dratis di level awan yang bermuatan butir-butir air hujan. Apalagi saat terjadi letusan gunung soputan beberapa saksi mengatakan sempat terlihat pelangi, seperti yang kita tahu dimana ada pelangi berarti ada rintik hujan karena pelangi terbentuk karena pembiasan cahaya matahari yang menembus rintik hujan. Dan lagi debu letusan yang dasyat bisa saja menutupi sinar matahari dan menyebabkan suhu menjadi dingin di level awan sehingga awan yang membawa butir-butir hujan membeku menjadi gumpalan es.

0 comments:

Post a Comment